PENGALAMAN MENEGANGKAN SAAT MEMBELI SEBLAK DI MALAM HARI.......👀👀
Pada hari Sabtu malam Minggu bertepatan dengan hari libur anak sekolah dan juga hari di mana ada jadwal mengaji bersama di masjid bersama teman-teman. Setelah aku menjalankan sholat isya aku ingin sekali membeli seblak. Setelah berminggu- Minggu aku menabung, akhirnya terkumpul juga uang untuk aku membeli seblak. Setelah aku bersiap-siap untuk membeli seblak dan sudah meminta izin kepada orang tua, akhirnya pun aku berangkat ke warung seblak.
Setelah sampai aku pun mulai memilih anekap toping seblak dan langsung membayar. Saat itu aku tidak memakan seblak di tempat namun aku bungkus. Di karena kan waktu mengaji bersama sebentar lagi, sekitar 20-30 menit. Selang beberapa menit kemudian, sekitar 15 menitan ada 2 laki-laki usianya sekitar 30-35 tahun menaiki sepeda motor dalam ke adaan mabuk sedikit parah. Saat itu kondisi di lingkungan tersebut jarang ada orang mabuk, di karena kan lingkungan tersebut adalah daerah pesantren.
Saat itu aku seketika menjadi patung dan mulai meminta doa "lindungi lah hambamu ini ya allah" aku mengulang berkali-kali untuk memohon kepada tuhan agar melindungi diri ini. Sambil menghilang kan rasa takut tepat di hadapan ku ada seorang anak dari penjualan seblak tersebut aku berusaha melupakan kejadian yang sedang berlangsung itu dengan cara bermain dengan anak penjual seblak.
Saat itu juga orang sekeliling daerah aku membeli seblak seolah-olah paham dan tidak ikut campur, selama pelanggan tetap aman. Selang beberapa saat aku di beri kemudahan oleh-MU yaitu ada seorang bapak-bapak yang berusaha membawa orang yang mabuk itu tidak berkeliaran di daerah tersebut, dan bersyukur nya aku bapak-bapak yang mabuk itu mau ikut dengan seseorang ( kemungkinan besar orang yang mengajak pergi orang mabuk tersebut adalah temannya tetapi beliau tidak ikut mabuk-masukan).
Setelah orang yang mabuk itu pergi akhirnya seblak yang aku pesan pun jadi. Setelah mengucapkan terima kasih, dari situlah aku berlari sekencang-kencangnya tanpa melihat ke belakang, tapi ketika aku sudah agak jauh dari tempat aku membeli seblak sesekali aku melihat ke belakang apakah aku di kejar? atau mereka kembali lagi. Untungnya aku bisa sampai masjid dengan selamat, bisa mengikuti kegiatan mengaji bersama teman-teman. Walaupun setelah mengaji aku menceritakan semua kejadian dari awal hingga akhir.
Sesampainya di rumah aku pun bersih-bersih dan menyiapkan alat makan untuk menyantap seblak yang sudah aku beli dengan penuh perjuangan. Sampai rumah aku pun tidak bercerita kepada orang tua di karena kan aku sudah takut untuk bercerita dan takut membuat orang tua khawatir. Setelah bersih-bersih dan menyiapkan alat makan aku pun memakan seblak dengan lahap. Walaupun masih teringat kejadian barusan yang menimpa ku. Pelajaran yang bisa di ambil dari cerita ku tetap berhati-hati dimana pun kalian berada, jangan mendekati orang yang sedang mengkonsumsi barang terlarang karena bisa membuat diri kita celaka. Dan jangan lupa bersyukur dan berterima kasih kepada siapa pun yang sudah menolong kita. Sekian cerita pengalaman menegangkan saat membeli seblak, TERIMAA KASIHHHHH.

wew... berani amat... malam malam
BalasHapus